Lain Lain

Ciri-ciri Fintech Pemberi Pinjaman Online Cepat Cair yang tidak sehat

Di era teknologi seperti sekarang ini manusia memang kian dimanjakan dengan berbagai tawaran menarik yang menggunakan internet atau sistemnya online. Sebut saja diantaranya untuk menunjang kebutuhan sehari-hari atau berbelanja, maka tidak perlu keluar rumah, Anda bisa membeli berbagai kebutuhan online. Begitu juga ketika Anda ingin memesan transportasi berbasis online hingga membeli makanan. Bahkan yang paling baru juga ada pinjaman berbasis online, pastinya tak asing lagi dengan hal yang satu ini. Apalagi produknya terbilang laku keras di pasaran. fintech ini menawarkan produk pinjaman online cepat cair .

Sudah pasti ada banyak yang tergiur dengan hal tersebut bukan, mengingat syarat yang diberikan terbilang mudah juga pencairan dana berlangsung secara cepat. Hanya saja juga tidak bisa dipungkiri jika seandainya lembaga atau perusahaan fintech yang tidak sehat juga sangatlah banyak. Bukannya mendapatkan keuntungan dari pinjaman online cepat cair mereka, justru debitur sangat dirugikan disini. Untuk itu waspadai beberapa ciri-ciri penawaran pinjaman berbasis fintech yang tidak sehat seperti ini, yaitu:

  1. Penawaran produk dilakukan secara memaksa, hal ini pastinya sudah sering dijumpai bukan, dimana nantinya pihak marketing akan memberitahu berbagai macam kelebihan dari pinjaman atau kredit perusahaan mereka, bahkan tergolong sangat memaksa, tidak akan berakhir kecuali nantinya korban mau mengajukan pinjaman kepada mereka.
  2. Tidak memberlakukan adanya persyaratan yang jelas, tentunya pihak pemberi pinjaman yang terpercaya tak akan mau rugi jika seandainya debitur menyalahgunakan uang pinjaman yang mereka beri dan tidak mengembalikannya bukan, sehingga sudah pasti ada syarat-syarat yang diberikan sebagai bentuk kepercayaan. Namun berbeda jika seandainya fintech tersebut tidak kredibel, maka sering kali tidak diberlakukan syarat.
  3. Belum terdaftar dalam OJK, semua perusahaan yang berbasis online sekarang ini harus terdaftar dalam Otoritas Jasa Keuangan, sehingga jika seandainya perusahaan yang menawarkan pinjaman tersebut tidak terdaftar dalam OJK setelah dicek, jangan sekali-kali mengajukan kredit kesini. Karena sudah pasti tidak aman, meskipun banyak sekali penawaran menariknya. Akhirnya nanti debitur akan dikenai dengan nilai bunga yang tidak masuk akal.
  4. Menerapkan adanya uang muka, inilah yang harus diketahui, dimana lembaga fintech yang tidak aman memberikan syarat membayar uang muka sebagai biaya administrasi, dengan alasan nantinya pengajuan tidak akan diproses tanpa membayar uang muka ini. Namun jika seandainya korban membayar uang muka, maka setelah itu pihaknya akan menghilang atau tidak bisa dihubungi.

Jadi jangan asal dalam memilih lembaga pemberi pinjaman online cepat cair, karena faktanya belum tentu semuanya menjamin keamanan. Ada jauh lebih banyak yang merugikan debitur dibandingkan dengan yang tidak, mulai dari suku bunga tidak masuk akal sampai dengan menerapkan uang muka.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *