Edukasi

Keyakinan Tentang Hari Pembalasan

Salah satu keyakinan Islam utama yang harus selalu ditanamkan pada diri sendiri adalah keyakinan akan hari kiamat atau hari terakhir. Seperti dalam Surat Al-Fatihah dimana terdapat ayat yang menjelaskan bahwa Allah adalah Pengatur Hari Kiamat. Syekh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan yaumid diin adalah hari pembalasan , yaitu hari penghakiman. Disebut hari pembalasan karena pada saat itu hamba dibalas atas segala perbuatannya. Selain di Al-Quran masih banyak buku referensi islam lain yang menjabarkan hal ini.

Syekh Shalih bin Abdillah al-‘Ushaimi hafizhahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan yaumud ditin adalah hari perhitungan dan hukuman atas perbuatan. Kata ad-diin dalam bahasa Arab bisa berarti al-jazaa ‘wal hisaab; hukuman dan perhitungan. Dalam “maaliki yaumid diin” ada iman di akhir zaman dan iman akan menjadi hukuman atas perbuatannya, dan bahwa yang akan memberi hukuman atas perbuatan itu adalah Allah “azza wa jalla. Oleh karena itu, keuntungan yang bisa diperoleh Dari sinilah dorongan untuk melakukan perbuatan baik menghadapi hari.

Iman di akhir zaman adalah salah satu dari enam pilar iman. Sama seperti kehidupan kita di dunia alami yang sejati adalah sama, demikian juga hari-hari terakhir akan menjadi benar dan pasti. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari al-Bara ‘bin Azib radhiyallahu’anhu, Nabi Shallallahu’ alaihi wa sallam menyebutkan ayat ini dan kemudian berkata, “Ayat ini turun sehubungan dengan siksaan kubur.”

Dalam hadits disebutkan bahwa ketika seorang mukmin berada di kuburan, kemudian dia duduk dan kemudian dia dikunjungi oleh malaikat – yang bertanya kepadanya – kemudian dia juga bersaksi bahwa tidak ada tuhan (tuhan) yang benar selain Allah dan itu Muhammad adalah utusan Allah. Dalam hadits lain dikatakan bahwa pada saat itu dua malaikat datang dan bertanya kepadanya: “Siapakah Tuhanmu?”. Dia menjawab, “Tuhanku adalah Allah.” Mereka juga bertanya, “Apa agamamu?” Dia menjawab: “Agama saya adalah Islam”. Kemudian mereka juga bertanya, “Siapakah orang yang diutus untukmu?” Kemudian dia menjawab: “Dia adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Mereka bertanya lagi: “Apa yang kamu ketahui?” Dia menjawab, “Saya telah membaca Kitab Tuhan, jadi saya percaya dan membenarkannya.”

Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Allah menciptakan bagi orang kafir yang buta, bisu dan tuli sambil membawa palu. Jika palu digunakan untuk memukul gunung, itu akan runtuh menjadi debu. Kemudian “orang” itu memukulnya sampai dia berubah menjadi debu. Kemudian Tuhan memulihkan kondisinya seperti semula. Kemudian dia dipukul lagi, kemudian dia berteriak dengan sangat keras sehingga dia bisa didengar oleh semua makhluk selain manusia dan jin. Kemudian gerbang neraka terbuka untuknya dan tiba-tiba dari neraka terbuka untuknya.

Pada saat kematian semua akan dibangkitkan sesuai dengan keadaan mereka. Orang percaya tumbuh dalam iman sementara orang munafik tumbuh dalam kemunafikan mereka. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi Shallallahu “alaihi wa sallam diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Jabir radhiyallahu’anhu. Syekh al-Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah bersabda:” Termasuk bagian keimanan sampai hari terakhir berarti meyakini semua berita yang disebarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang berbagai peristiwa setelah kematian. Karena itu, mereka percaya pada fitnah kuburan, siksaan kubur dan nikmat yang ada di dalamnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *