Lain Lain

REKOMENDASI 3 FILM JEPANG YANG MENGURAS AIR MATA

Menonton film adalah terapi yang paling mudah dan menyenangkan dikala kita merasa bosan dan malas keluar rumah. Apalagi setelah menjalani beragam kesibukan di hari kerja, rasa malas dapat muncul dan membuat kita memilih untuk berdiam diri di dalam rumah. Di saat seperti ini, menonton merupakan pilihan tepat yang dapat dilakukan. Jepang merupakan salah satu negara yang terkenal ahli membuat cerita yang mengaduk perasaan mulai dari genre action, romantis, hingga horor. Tapi beberapa genre ini mungkin sudah terlalu mainstream bagi kebanyakan orang sehingga mengganti suasana dengan menonton genre lain diperlukan agar tidak merasa bosan. Nah, untuk itu Vidio punya beberapa rekomendasi film sedih asal Jepang untuk menemani akhir pekan kamu.

Stand by Me Doraemon

Rekomendasi pertama adalah hasil adaptasi komik terkenal karya Fujiko Fujio yang terbit untuk pertama kalinya tahun 1969. Tidak seperti karya lainnya, Stand by Me Doraemon dikatakan sebagai akhir perjalanan tokoh kartun favorit tersebut. Disutradarai oleh Takashi Yamazaki, Serial akhir dari Doraemon ini tidak hanya menerima respon positif dari negara asalnya tapi juga di Indonesia. Bagaimana tidak, animasi dari robot kucing ini sendiri telah menemani anak-anak Indonesia sejak tayang perdana di TVRI tahun 1962. Maka ketika Fujiko Movie Studio mengumumkan akan merilis perjalanan akhir Doraemon, banyak pihak yang menantikannya hingga menghasilkan pendapatan yang mencapai 183,4 juta USD di box office. Alasan lain yang mendorong film ini dinantikan banyak pihak adalah untuk pertama kalinya kartun Doraemon dibuat dalam format animasi CG 3D. Sebelumnya kita sudah terbiasa melihat format animasi 2D, tapi dengan format baru yang digunakan wajah tokoh kartun dibuat seolah-olah menjadi nyata.

Kompilasi episode terbaik selama 52 tahun penayangan juga akan dipilih dan ditampilkan menjadi satu sehingga penonton dapat bernostalgia dan mengenang masa kecil mereka bersama tokoh kartun favorit tersebut. Episode terbaik ini juga berarti hubungan cinta antara Nobita dan Shizuka  akan dibahas lebih dalam lagi. Jika biasanya Nobita yang berusaha mendekati Shizuka selalu berakhir dengan kegagalan, kali ini kita akan melihat ending lain yang selama ini ditunggu oleh penonton setia mereka. Suasana sedih dari serial akhir karya Fujiko Fujio ini juga semakin terasa dengan soundtracknya yang berjudul Himawari no Yakusoku. Soundtrack yang dinyanyikan oleh Motohiro Hata mengiringi perpisahan penonton dengan Nobita dan Doraemon. Suara lembut dari penyanyi asal Jepang ini dijamin buat kamu tambah menangis saat menontonnya.

Ghost in Your Arms Again

Diadaptasi dari film Ghost asal Amerika yang rilis tahun 1990, Sutradara Taro Otani kembali membangkitkan kisah cinta tragis antara sepasang kekasih yang diperankan oleh Nanako Matsushima dan Song Seung-Heon. Uniknya, tokoh utama pria Ghost in Your Arms Again diperankan oleh aktor dan model asal Korea Selatan yaitu Song Seung-Heon. Meski awalnya ia mengaku terkendala bahasa, Seung Heon mampu menunjukkan kepiawaian aktingnya lewat emosi yang ditampilkan. Berperan sebagai Jun-Ho seorang pembuat tembikar asal Korea, Seung Heon membuat penonton terpukau lewat aktingnya ketika ditinggal wanita yang dicintainya karena kecelakaan. Rasa kehilangan dan kesedihan Jun-Ho yang diperankan Seung Heon seakan dapat dirasakan penonton. Tidak hanya pemeran prianya, aktris cilik Jepang Mana Ashida yang berperan sebagai hantu anak-anak juga dipuji berkat aktingnya yang baik meski saat itu ia masih aktris baru. Kemampuannya bahkan dihadiahi penghargaan artis pendatang baru terbaik di ajang Japan Academy Awards ke-34.

Meski sedih, Ghost in Your Arms Again juga membangkitkan jiwa detektif penonton karena disini kamu akan dibuat penasaran dan menebak siapa pembunuh Nanami. Ya, meski di awal dikatakan Nanami meninggal karena kecelakaan, pada kenyataannya Nanami dibunuh oleh seseorang. Kenyataan ini menambah “bumbu” di film dan membuat penonton hanyut mengikuti perjalanan Nanami mengungkap alasan kematiannya sekaligus melindungi suaminya dari bahaya.
252 Signal of Life

Dirilis di penghujung tahun 2008, karya sutradara Nobuo Mizuta ini menjadi salah satu rekomendasi yang wajib kamu tonton. Cerita berpusat pada seorang mantan pemadam kebakaran Jepang yang harus kembali bertugas demi menyelamatkan putri kecilnya yang terjebak di reruntuhan bangunan setelah bencana angin topan dan gempa bumi menyerang kota Tokyo. 252 Signal of Life dikatakan sebagai film bencana alam pertama dari Jepang. Angka 252 sendiri merupakan sebuah kode penyelamat yang menjadi fokus utama, kode ini digunakan oleh petugas penyelamat khusus yang memiliki arti “Ada yang selamat”. Selain menegangkan karena para penyelamat harus berpacu pada waktu dan medan yang berat demi menyelamatkan para korban, penonton juga akan dibuat sedih dengan perjuangan Yuji yang diperankan oleh Hideaki Ito ketika berusaha mencari putrinya di bawah reruntuhan bangunan. Putri Yuji yang diperankan oleh aktris Ayane Omori ini tidak dapat berbicara sehingga ia kesulitan meminta pertolongan.

Salah satu momen sedih yang menjadi perhatian adalah ketika Shiori (Ayane Omori) berusaha memanggil ayahnya dari bawah reruntuhan bangunan. Shiori yang ditinggal sendirian di apartemen ketika bencana harus berjuang bertahan hidup hingga ayahnya datang untuk menyelamatkannya. Sutradara Nobuo Mizuta mahir membawa emosi penonton naik turun lewat kejadian-kejadian tidak terduga di 252 Signal of Life.

Itu dia 3 rekomendasi dari Vidio untuk menemani akhir pekan kamu. Kamu juga bisa nonton film lain sepuasnya dengan berlangganan paket Gold Premier di Vidio yang bisa didapatkan dengan mudah dimulai seharga Rp 10.000 /minggu. Jangan lupa untuk nonton film Jepang lainnya dengan berlangganan Vidio Premier.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *