Lain Lain

Turah: Mengambil Latar Desa, Pemenang Banyak Penghargaan

sebuah film yang ditulis dan disutradarai oleh Wicaksono Wisnu Legowo serta diproduksi oleh perusahaan  Fourcolours Film yang bernama Turah, pernah masuk kedalam monimasi Oscar pada tahun 2018. Tidak hanya masuk kedalam nominasi Oscar saja, tetapi film ini juga menang sebanyak tiga kategori penghargaan pada tahun 2016 yaitu Asian Feature Special Film Mention saat acara International Film Festival yang diadakan di Singapura, Geber Award serta Netpac Award yang diadakan oleh Jogja-Netpac Asian Film Festival.

Film yang dirilis kepada masyarakat tanah air pada tanggal 6 September 2017 ini menawarkan latar tempat yang unik karena berada di Kota Tegal, Jawa Tengah lebih persisnya terletak pada kampung nelayan di pesisir utara kota Tegal. Latar tempat ini dipilih Karena Wicaksono Wisnu Legowo selaku sutradara film Turah ini dan beberapa kru dalam pembuatan film ini lahir di kota Tegal sehingga tidak memiliki alasan lain untuk tidak memilih Tegal sebagai latar tempat pembuatan film ini.

Dengan durasi 1 jam 23 menit, film Turah menceritakan tentang betapa jauhnya kesenjangan sosial yang terjadi antara warga yang tinggal di kota serta warga yang tinggal di pesisir pantai yang cukup tertinggal dan timpang secara ekonomi dibandingkan dengan yang tinggal di kota. Karena dari latar tempat yang diambil, desa tersebut belum merasakan adanya listrik.

Pada suatu saat, desa tersebut di ambil haknya secara paksa dari warga. Yang mengambil hal dan mengklaim bahwa desa itu adalah miliknya adalah seorang juragan yang diperankan Yon Daryono yang berperan sebagai Darso. Sehingga akhirnya seseorang pemabuk yang berasal dari desa itu, bernama Jadag yang diperankan oleh Slamet Ambari tidak terima ketika tempat kelahirannya diambil paksa oleh sang juragan tersebut dan melakuka perlawanan.

Film yang memiliki genre drama dan berumur minimal 13 tahun untuk menontonnya menceritakan tentang perjuangan warganya untuk mempertahankan hak tanah kelahirannya ini selain diperankan oleh Yon Daryono serta Slamet Ambari juga diperankan oleh artis lainnya seperti Ubaidillah, Rudi Iteng, dan Narti Diono. Untuk dapat menonton film ini lewat online penonton dapat melihatnya melalui situs nonton bioskop online di laman Bioskoponline.com. dalam layanan pemutaran film berbasis online itu, penonton cukup mengeluarkan uang sebesar 5.000 rupiah saja untuk dapat melihat film yang memiliki banyak nilai moral yang diambil seperti ketimpangan sosial serta perjuangan rakyat dalam membela haknya.

Di situs nonton bioskop online ini penonton juga dapat menonton film yang memenangkan banyak penghargaan selain Turah, film-film dari sutradara ternama seperti Hanung Bramantyo juga turut hadir seperti Sultan Agung (Perang Batavia 1628) yang digadang-gadang sebagai film paling epic dari sang sutradara tersebut, serta Ziarah yang di sutradarai dan ditulis juga oleh BW Purbanegara. Dengan tampilan website yang menarik, Bioskoponline.com akan membuat penonton betah untuk melihat koleksi film yang terus berkembang dan bertambah untuk terus menggunakan layananannya. Bioskoponline juga menampilkan seputar synopsis dari film yang akan diputar serta menampilkan informasi sekilas mengenai pembuatan film dan pemeran yang bermain dalam film tersebut. Serta tidak ketinggalan juga catatan sang sutradara ketika membuat film tersebut. Serta ditampilkan juga cuplikan sekilas atau trailer singkat sebelum menonton film tersebut. Pengelaman yang menyenangkan dan tidak kalah dengan streaming service dari luar negeri ketika menggunakan layanan dalam negeri yang baru ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *